Thursday, October 14, 2010

Kantor Anda Mencerminkan Core Bussiness Anda

Akhir-akhir ini banyak masuk tawaran ke saya secara pribadi untuk bergabung ke situs-situs yang mengaku dirinya sebagai dealer pulsa. Pada saat yang bersamaan saya menerima keluhan dari beberapa leader yang kehilangan downline-downline nya karena lebih tertarik dengan sistem yang lain. Sistem lain itu ada pada situs lama maupun situs yang baru muncul dengan cara kerja yang nyaris sama.

Secara pribadi saya prihatin, upaya edukasi saya agar setiap orang bisa membedakan antara bisnis pulsa dengan money game berkedok bisnis pulsa rupanya belum berhasil. Saya tidak anti dengan permainan money game, karena itu adalah hak setiap orang. Namun saya prihatin dengan pelaku-pelaku money game yang mendompleng booming bisnis pulsa saat ini.

Saya akan membawa Anda semua untuk membayangkan kondisi yang ada pada dunia nyata, bisnis offline. Dalam dunia nyata, produk pulsa adalah produk yang baru muncul belakangan. Tentu sekitar 20 tahun yang lalu belum lazim orang membuka konter pulsa atau toko pulsa atau kios pulsa. Bisnis offline yang ada misalnya toko kelontong, toko bahan bangunan, toko kue, toko buku dan lain-lainnya. Kita dengan mudah, secara kasat mata, bisa membedakan mana toko bangunan dan mana toko buku. Kita juga bisa dengan mudah membedakan toko bangunan dengan toko kue. Dimana letak perbedannya? Lihat saja struktur kantornya atau struktur etalasenya. Dari bentuk kantornya kita dengan mudah mengenali core bussines nya. Point yang ingin saya sampaikan sampai disini adalah bentuk kantor mencerminkan core bussiness kantor tersebut.

Tahun 90 an muncullah peluang bisnis pulsa atau bisnis voucher isi ulang. Ada toko yang baru berdiri khusus menjual voucher, baik dalam bentuk toko, ruko, kios ada yang lainnya. Perkembangan terbaru, banyak bisnis lain yang ber ekspansi menjual pulsa. Ada toko buku yang menjual pulsa, ada toko kue yang menjual pulsa, ada toko kelontong yang menjual pulsa. Singkat kata, semua bisnis bisa ber ekspansi ke pulsa. Meskipun ada toko yang dibuka khusus untuk menjual pulsa, namun kita sepakat dengan point ke dua saya : menjual pulsa bisa dilakukan tanpa merubah core bussiness yang sudah ada. Toko buku tetap toko buku, namun plus pulsa. Toko kue tetap toko kue, namun plus pulsa. Jangan lupa bahwa : Toko khusus pulsa berbeda dengan toko buku plus pulsa. Toko khusus pulsa berbeda dengan kue plus pulsa.

Sekarang mari kita sama-sama mengalihkan perhatian kita ke dunia online atau dunia virtual. Prinsip-prinsip yang ada di dunia nyata (bisnis offline) berlaku juga di dunia maya (bisnis online). Seperti halnya bisnis offline, bisnis online juga perlu kantor dalam bentuk online, biasa disebut virtual office. Seperti halnya di dunia nyata, virtual office mencerminkan core bussiness dari situs online.

Nah, gunakan tips ini untuk menelisik tawaran bisnis yang datang ke Anda atau downline-downline Anda. Terima tawaran itu dengan baik, dan minta ijinlah untuk masuk ke kantor nya, dalam bahasa gaul "login ke virtual office". Ingat, jangan terpesona dengan angka-angka di virtual office, karena anda masuk untuk sekedar melihat apa sebenarnya core bussiness nya. Kriteria yang harus anda pegang adalah : apakah pulsa menjadi komositas utama di virtual office tersebut? Atau pulsa diatur di virtual office lain selain virtual office utama?

Kemungkinannya ada 2 :
1) virtual office nya digunakan untuk mengelola pulsa sebagai komoditi utama. Ini berarti situs tersebut core bussiness nya adalah pulsa, layaknya toko yang didirikan khusus untuk menjual pulsa.
2) virtual office nya tidak mengelola komoditas pulsa, sebaliknya pulsa diatur di virtual office tambahan. Ini berarti sistus tersebut core bussiness nya bukan pulsa, layaknya toko buku yang menambahkan etalase pulsa atau toko kue yang menambahkan etalase pulsa.

Pulsa memang bukan satu-satunya bisnis yang akan membuat Anda menjadi sukses. Masih banyak sistem lain yang bisa lebih menghasilkan kekayaan dan membuat sukses. Namun, Anda jangan terjebak pada bisnis lain yang sekedar membuka etalase pulsa di depan pintu masuknya.

Semoga mencerahkan, dan sebarkan .... (kalau lanjutkan terlalu politis)

salam,
guskun

Selengkapnya....

Saturday, June 12, 2010

Karakter Kepribadian Menjual

Apa Itu Menjual

Misi penjualan terdiri dari tiga bagian yaitu Lock, Keep dan Grow. Lock (sell for yourself) yaitu menjual untuk kepentingan diri sendiri, kemudian keep (Sell for others) yaitu menjual untuk kepentingan orang lain dan terakhir Grow (Sell for God) yaitu menjual karena Tuhan.

Agar penjualan mudah dilakukan, kita harus memahami arti menjual yang sesungguhnya dengan menjalankan konsep Lock, Keep dan Grow. Apapun yang kita lakukan untuk perusahaan semuanya bukan semata-mata dilakukan untuk sekedar memuaskan diri sendiri ataupun orang lain dan pelanggan-pelanggan, tapi juga diperuntukkan bagi kepuasan dan ridho Ilahi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa orang membeli bukan karena logikanya tetapi karena emosinya.

Sebagai penjual sejati kita harus memiliki enam konsep menjual, yaitu :
1. Menjual Berarti Membantu
Penjual yang membantu pelanggan dengan memberi informasi yang tepat, akurat dan harga yang pantas akan menciptakan win-win satisfaction dimana pelanggan dan penjual sama-sama tidak ada yang dirugikan.
2. Menjual Berarti Memberi
Menjual bisa diartikan memberi dimana memberi bisa diartikan segala sesuatu, baik yang berupa materi maupun nonmateri yang diberikan secara cuma-cuma kepada orang lain. Dalam penjualan kita sebagai penjual harus melihat, mendengar dan merasakan apakah seseorang itu berniat untuk membeli atau tidak.
3. Menjual Berarti Bekerja
Menjual merupakan ekspresi rasa percaya diri dan mandiri dari pribadi seseorang, bagaimana dia berkewajiban mencukupi kebutuhan sendiri dan keluarganya dengan menghargai dirinya melalui bekerja dan bekerja keras.
4. Menjual Berarti Mencintai
Menjual berarti mencintai yang berarti mencintai produk dan layanan perusahaan kita, mengerti keinginan, harapan-harapan dan kebutuhan sesama manusia.
5. Menjual Berarti Bersyukur
Salah satu rasa syukur ditunjukan dengan bertindak, yaitu bekerja dan menjual dengan teknik yang lebih baik, lebih cerdas, lebih jitu dan lebih produktif.
6. Menjual Berarti Mempercayai dan Dipercayai
Tiga kunci sukses dalam menjual adalah bagaimana kita disukai, dipercaya dan didengar. Sebagai penjual kita juga harus mempunyai modal kejujuran, karena tanpa kejujuran orang akan ragu untuk membeli. Maka untuk mendapat kepercayaan kita harus memiliki kejujuran dan sekaligus memiliki keahlian.

Lock, Keep dan Grow mengajarkan pada kita betapa pentingnya memiliki citra, kualitas diri yang luar biasa sehingga mudah menjual. Terkoneksi dengan manusia atau pelanggan itu penting, tetapi yang lebih penting kita terkoneksi dengan Tuhan terlebih dahulu ketika memulai setiap pekerjaan.

Memahami Arti Menjual Sesungguhnya

Menjual bukan berarti bekerja tanpa rintangan, karena bagi seorang penjual potensi penolakan akan secepatnya diisolasi dan diperkirakan kedatangannya sebelum mereka melakukan penjualan.

Menjual berarti melayani lebih dulu, lalu menjual. Melayani bukan berarti kita mencari muka kepada calon pembeli. Tetapi sebagai penjual kita harus menunjukkan sikap ramah, kebaikan, sikap menolong dan melayani yang membuat pelanggan tidak berpikir kalau kita hanya melakukan penjualan demi komisi.

Menjual berarti melakukan lebih dari yang diwajibkan. Seorang penjual sukses adalah mereka yang rela berkorban, rela menomorduakan diri mereka demi kepuasan pelanggan dalam situasi apapun. Sebagai penjual kita tidak hanya berpikir lebih dari sekedar ”jualan, asal laku”, tapi kita harus memberikan lebih dari apa yang diwajibkan. Menjual berarti bukan sekedar mengejar komisi, karena menjual merupakan sebuah proses long life learning yang tak terbatas, orang yang berhenti menjual berarti berhenti hidup. Seorang penjual yang andal akan mengarahkan langkahnay denagn menatap ke depan, bukan dengan melihat bagaimana berjalan.

Jika kita menjual demi komisi yang dijanjikan perusahaan, kita hanya akan mendapat capek dan cepat putus asa karena kita menjual hanya demi uang yang ada dihadapan kita. Mereka yang sukses, adalah mereka yang rela menginvestasikan sebagian komisi sebagai ’pancing’ untuk sebuah cita-cita dan kesuksesan yang lebih tinggi.

Menjual berarti juga peduli pada pelanggan, walaupun kebanyakan dari penjual hanya peduli pada pelanggan karena slogan perusahaan mereka saja. Mereka tidak serius untuk peduli pada pelanggan. Padahal rahasia menjual dengan sukses hanya dengan memperhatikan pelanggan kita. Menjual berarti lebih dari sekedar pintar, karena dalam menjual juga diperlukan intuisi untuk melesat jauh ke depan. Seorang penjual hebat disarankan untuk menggunakan intuisi dan instingnya jika ingin lebih berhasil secara dahsyat, maka kita harus melatih intuisi kita dan mempergunakannya untuk tujuan yang baik dan positif. Menjual berarti belajar, sekalipun seorang penjual sukses kita harus tetap belajar. Tidak setiap orang mampu bertahan di bidang pemasaran walaupun banyak orang yang ingin berhasil, tetapi mereka tidak mau bersusah-payah untuk mendapatkannya.

Seorang penjual yang super sukses, adalah mereka yang tahu apa yang menjadi rintangan dan halangan sebelum mereka mendekati calon pembelinya. Namun jiak rintangn yang datang ternyata adalah sesuatu yang asing, maka mereka akan menggakui dan menganggapnya penemuan baru untuk pembelajaran, bukan melakukan penolakan.
Memulai penjualan dengan antusiasme akan mendatangkan keajaiban. Antusiasme adalah modal terbesar yang dapat kita miliki, karena antusiasme membawa kita lebih jauh dari sekedar uang, kekuasaan dan pengaruh.

Menjual lebih dari sekedar meyakinkan orang lain, tetapi juga membuat orang suka dan tertarik dengan apa yang kita tawarkan. Rasa suka dan tertarik saja dari calon pembeli belum sempurna jika dalam penjualan tersebut kita belum mendapatkan sebuah komitmen penjualan. Kita akan memperoleh komitmen penjualan dengan sikap kita yang ramah, baik, sopan dan kita akan di percaya oleh pelanggan.Untuk lebih sukses, usahakan pelanggan memberikan refrensi kepada kita, menyampaikan hal-hal baik tentang produk kita dan perusahaan kita atau disebut testimoni. Jika sudah sampai pada tahap ini, maka menjual merupakan hal yang lebih mudah dan lebih efektif.

Menjual berarti memberi solusi bukan menciptakan jebakan. Sebagai seorang penjual, kita harus tetap menjaga pengalaman pembeli agar suatu saat nanti pembeli tidak takut lagi untuk membeli yang kedua kali atau kesekian kalinya. Sebagai penjual kita juga boleh untuk melakukan upselling, tetapi kita harus tetap memperhatikan pelanggan. Jangan sampai upselling yang kita lakukan membuat pelanggan mereasa tidak enak sehingga tidak mau kembali lagi. Jika ingin menjual dengan berhasil, kita harus membidik hati pelanggan. Dalam sebuah penelitian dibuktikan bahwa tulang hati langsung berkaitan dengan tulang kepala. Maka bidiklah hati pelanggan sebelum ke pikirannya. Selain itu, kunci keberhasilan adalah dengan menerapkan dan menanamkan dalam pikiran dengan beranggapan (assumsing sales) kalau kita benar-benar sudah menjual. Hal itu akan memotivasi kita hingga kita benar-benar melakukan penjualan.

Dalam penjualan karakter sangat penting. Ada dua jenis karakter, yang pertama active character atyau karakter aktif atau menjual dan yang kedua inactive character atau karakter tidak aktif atau melayani. Untuk lebih mudah dan semangat melakukan penjualan, kita harus memiliki lebih banyak mental menjual daripada mental melayani.
Pribadi yang menjual adalah pribadi yang tidak gampang putus asa, kreatif, tidak cengeng, fokus pada hasil, berbagi antar sesama, tidak egois, tidak pesimis, optimis, ulet, tekun, pekerja keras, cerdas, selalu mencari sesuatu dan proaktif.
Untuk membentuk karakter kapribadian menjual, kita harus optimis, tangguh dan tidak mudah putus asa. Kita juga memerlukan niat dan kesungguhan yang kuat untuk mendapatkannya.
Agar menjadi kepribadian yang menjual, kita harus memiliki dua zona kepribadian secara berimbang dan serasi. Zona yang pertama, selling-oriented personality (karakter kepribadian yang berorientasi menjual) yang mengharuskan kita untuk mengoptimalkan karakter aktif dan service-oriented personality (karakter kepribadian yang berorientasi pada pelayanan) yang mengharapkan kita untuk memaksimalkan karakter yang berorientasi pada pelayanan.

Selengkapnya....

Sunday, May 16, 2010

Mengukur Kekuatan Jaringan Pulsa Isi Ulang

Bisnis pulsa isi ulang yang dikembangkan oleh Bonuspulsa.com mengadopsi sistem penjualan Jaringan yang diidentikkan dengan MLM/Direct Se Yaclling atau sejenisnya. Sebagai sebuah jaringan, kekuatan bisnis ditentukan oleh 2 hal yaitu Perkembangan Jaringan dan Jumlah Transaksi. Kedua hal tersebut merupakan sumber pendapatan bagi Pengelola dan Mitra.

Perkembangan Jaringan
Bonuspulsa.com mulai beroperasi sejak 1 April 2008, menjelang satu tahun beroperasi, jumlah Mitra sudah menembus angka 18000, yang artinya rata-rata 1500 Mitra baru per bulan atau 50 Mitra baru per hari. Sebuah jumlah yang relatif besar, namun belum bisa dibanggakan karena masih ada jaringan lain yang membernya lebih dari 500ribu bahkan mendekati satu juta member. Oleh karena itu, jumlah 18000 Mitra mengandung peluang, sekaligus tantangan bagi seluruh Mitra, karena banyak pangsa pasar yang masih bisa direbut untuk mengembangkan jaringan. Yakinlah untuk bisa merekrut Mitra baru setiap saat.

Perkembangan Jaringan menghasilkan pendapatan Mitra. Mitra yang perkembangan jaringannya cepat akan menikmati Bonus Sponsorship dan Bonus Jaringan yang lebih besar dibandingkan dengan Mitra lain yang perkembangan jaringannya lebih lambat. Yang perlu dicatat adalah bahwa dengan menerapkan sistem matrik 3x10 level, maka pada dasarnya potensi Bonus Sponsorship dan Bonus Jaringan bagi satu ID MItra adalah terbatas sampai pada terisinya lebih 80 ribu posisi dibawah Mitra bersangkutan.
Harus diakui, pada pendapatan ini berlaku skema ponzi, artinya pendapatan bagi Mitra yang bergabung lebih dulu berasal dari uang pendaftaran Mitra yang bergabung belakangan di jaringannya. Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan bagi seorang Mitra untuk melampaui jaringan upline nya.
Ilustrasinya begini : Seorang Upline A mempunyai downline B, C, D. Jika downline B lebih aktif sponsoring dan mengembangkan jaringan dibandingkan dengan A, C maupun D, maka perlahan-lahan jaringan B akan lebih besar dibandingkan dengan jaringan A. Ilustrasi ini kisah nyata dan terbukti. Dimana rahasianya? Rahasianya adalah B bisa mengelola 3 kaki di bawahnya, sementara A hanya berkembang di satu kaki (yaitu B) dan lambat di 2 kali yang lain (yaitu C dan D).
Apa yang ingin saya sampaikan dengan tulisan ini adalah agar Mitra baru tidak merasa minder atau rendah diri atau under estimate bahwa dirinya akan selalu berada di bawah prestasi Upline nya. Buktikan bahwa Anda bisa membangun sebuah jaringan, dan itu adalah jaringan Anda sendiri, bukan jaringan milik upline-upline Anda.

Jumlah Transaksi
Transaksi dalam sebuah jaringan, bukan saja berarti sumber pendapatan bagi Pengelola maupun Mitra, namun lebih dari itu, transaksi merupakan sarana untuk meminimalkan efek negatif skema ponzi. Jaringan yang berkembang pesat, namun tidak diikuti peningkatan transaksi adalah merupakan indikasi nyata bahwa jaringan itu fully money game (saya akan contohkan dengan perhitungan di akhir tulisan).
Jumlah transaksi yang terjadi di bonuspulsa.com rata-rata 14ribu - 15ribu transaksi per hari. Moderat, kita ambil angka 14ribu transaksi per hari yang artinya hampir 10 transaksi per menit. Ini bukan jumlah yang besar, masih banyak kapasitas hardware yang idle dengan jumlah tersebut. Masih banyak potensi pemanfaatan kapasitas untuk meningkatkan jumlah tranaksi. Secara akuntansi, bagi pengelola, banyak unsur terkait hardware dan network yang bersifat fixed cost, artinya semakin tinggi transaksi maka semakin rendah biaya per unit nya.
Siapakah yang menikmati keuntungan dari transaksi ? Keuntungan terbesar dinikmati oleh Mitra yang melakukan transaksi. Keuntungan Mitra (atau kehematan Mitra) jauh di atas jumlah komisi yang diterima oleh upline-upline. Semakin sering Anda melakukan transaksi, semakin besar keuntungan Anda.
Konsekwensi dari matriks jaringan, tentu saja transaksi akan menghasilkan bonus bagi para upline yang disebut Bonus Transaksi. Dalam jaringan yang kecil, jumlah Bonus Transaksi jauh di bawah Bonus Sponsorship dan Bonus Jaringan. Namun perlu diingat bahwa Bonus Sponsorship dan Bonus Jaringan ada batasnya, sedangkan Bonus Transaksi akan berulang terus selamanya.
Satu-satunya cara untuk memperbesar Bonus Transaksi adalah dengan mengembangkan jaringan, karena jumlah Mitra yang besar akan memperbesar potensi terjadinya transaksi.

Berapa kekuatan Bonuspulsa.com ?
Saya menggabungkan dua hal di atas untuk mengukur kekuatan bonuspulsa.com sebagai sebuah jaringan bisnis pulsa isi ulang. Cara saya sederhana, dalam setiap hari terjadi 14000 transaksi, jumlah Mitra 18000 id. Apabila kita ambil rata-rata maka 77.77% Mitra bonuspulsa.com bertransaksi setiap harinya.
Apakah jumlah ini sudah bagus? Jawabnya sangat bangus dibandingkan dengan yang lain.
Sebagai gambaran saya menemukan sebuah jaringan yang mengklaim dirinya sebagai jaringan bisnis pulsa isi ulang dengan jumlah member lebih dari 600rb dengan transaksi 1,5juta per bulannya (50rb per hari). Dengan menggunakan rumus yang sama, maka di jaringan tersebut kurang dari 10% member nya yang bertransaksi setiap harinya. Boleh jadi, member bergabung hanya karena tergiur dengan efek money game-nya dan merasa tidak mendapat keuntungan dari transaksi pulsa isi ulang nya.

Semoga bisa menjadi pencerahan ....

Selengkapnya....

jual beli liberty reserve, jual beli paypal